Solaris admin wannabe

November 29, 2010

I think i’m great with linux. But after I try play with solaris system, i’m totally blind. Dulu saya pikir mudah untuk switch ke system unix. Sehingga saya cukup percaya diri memasukkan solaris system admin kedalam cv saya. 😛 Tapi setelah mau benar – benar mencoba, ternyata solaris sangat jauh berbeda dari linux.

Sekedar mount cd rom saja saya harus googling berjam – jam. Penamaan devices yang berbeda sangat memusingkan saya. Untuk menginstall paket ssh dan menjalankan servicenya butuh waktu seharian buat saya.

Kenapa saya ingin mencoba belajar solaris? Sedikit bercerita, karena sudah dipenghujung tahun, kemarin saya coba membaca kembali catatan resolusi saya ditahun ini. Dan disitu ada point dimana saya merencanakan untuk mendapatkan sertifikasi lagi. Tahun kemarin 2009 resolusi saya adalah mendapatkan sertifikasi RHCE, dan alhamdulillah saya berhasil mendapatkannya. Tapi tahun ini? Saya merencanakan untuk mendapatkan sertifikasi SCSA atau CCNA. Walhasil sudah dipenghujung tahun ini, saya masih belum mendapatkan salah satu dari sertifikasi tersebut. 😦

Bulan – bulan kemarin saya sempat ngotot sekali belajar network. Tapi setelah saya lakukan sepertinya saya memang kurang minat disitu. Entah kenapa, malas sekali untuk coba tekun belajar. Tapi setelah coba belajar solaris, I feel like I’m life again. 😀

Banyak kesenangan yang saya dapat dalam mengoprek system baru ini. Seperti kesenangan yang saya dapatkan sewaktu belajar linux dulu. Kesenangannya adalah “masalah”. Banyak sekali masalah ketidak bisa’an saya pada solaris. Seperti diatas tadi, untuk memount cdrom atau sekadar menginstall paket saya menemukan masalah. Dan masalah itu membuat saya penasaran dan tertantang untuk memecahkannya.

Masalahnya adalah saya terlalu membandingkan antara linux yang sudah cukup saya kuasai dengan lingkungan unix yang memang environmentnya berbeda. Hal ini membuat saya bingung karena mengira semua hanya sedikit perbedaan command. Tapi ternyata arsitekturnya juga sangat berbeda.

Well, memang kita tidak bisa mengisi gelas yang sudah penuh. Sepertinya saya harus mengosongkan gelas saya. Dan mulai mengisinya dengan hal yang sama sekali baru.

Bila tidak tahun ini, mudah – mudahan tahun depan saya bisa..

Wish me luck!!.. 😛

Advertisements

6 Responses to “Solaris admin wannabe”

  1. hendra Says:

    Amin…semoga targetnya tercapai sesuai resolusi yg sudah dibuat.

    Anyway, thanks for share. It’s an enlightment story.

    Cheers//
    hendra-permana.blogspot.com


  2. salam kenal Pak Hendra,,pengguna solaris juga nih.. 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: