Archive for the 'Uncategorized' Category

2012 in review

December 31, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 4,900 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 8 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Advertisements

2011 in review

January 1, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 3,100 times in 2011. If it were a cable car, it would take about 52 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Export/Import Database Mysql di CLI Linux

January 12, 2010

Karena saya bukan Database Administrator dan jadi ga terlalu sering mainan command2 di mysql. Yang sering adalah saya memigrasi database server dari server satu keserver baru yang lebih powerfull. Untuk itu yang sering dilakukan adalah mengexport database mysql dan mengimportnya lagi ke mysql server yg baru.

Tapi sayangnya, saya seringkali lupa command sederhana ini. Mudah2an dengan menuliskannya bisa bikin nempel terus diotak saya dan atleast saya jadi punya catatan yang bisa saya lihat lagi kalo lupa. 😀

Export database mysql:

# mysqldump -u root -ppassword database_name > File.sql

Dan untuk mengimportnya:

# mysql -u root -ppassword database_name < File.sql

Perintah yang cukup sederhana bukan? 😉

Installing vmware-tools on RedHat 5.4

January 6, 2010

Saya sudah beberapa kali menginstall vmware-tools diredhat, dan semuanya lancar – lancar saja. Sampai kali ini, ketika saya install redhat dimesin vm lain, saya menjumpai error pada saat menjalankan vmware-config-tools.pl.

Berikut adalah error yang muncul setelah saya menjalankan # vmware-config-tools.pl :

The directory of kernel headers (version @@VMWARE@@ UTS_RELEASE) does not match
your running kernel (version 2.6.18-164.el5). Even if the module were to
compile successfully, it would not load into the running kernel.

Setelah googling sekitar kurang lebih 1 jam, gotcha akhirnya nemu juga solusinya.

Solusinya simple, cukup tambahkan baris #define UTS_RELEASE "2.6.18-164.el5" yang terdapat dalam file /usr/src/kernels/2.6.18-164.el5-i686/include/linux/utsrelease.h kedalam file /usr/src/kernels/2.6.18-164.el5-i686/include/linux/version.h.

Caranya:

# cat /usr/src/kernels/2.6.18-164.el5-i686/include/linux/utsrelease.h >> /usr/src/kernels/2.6.18-164.el5-i686/include/linux/version.h

Setelah itu baru jalankan lagi vmware-config-tools.pl nya.

Thank you google, you save my day.

Removing . directory

December 30, 2009

Dah sore, dan hari terakhir kerja sebelum libur panjang besok. Sambil minum kopi, dan baca email. Eh, ada satu email dimilis centos yg lumayan menggelitik, tapi ternyata saya bisa dapet sedikit ilmu. 😀
Emailnya berupa pertanyaan sederhana:

from ***
reply-to CentOS mailing list
to centos@centos.org
date Tue, Dec 29, 2009 at 6:49 AM
subject [CentOS] mkdir this "." directory
mailing list centos.centos.org
mailed-by centos.org

Hi

I have this . folder under tmp

1/ How they can make it this folder?

2/ How can I remove it?

Thank you

Yes, it’s a simply question.
Sebelumnya saya juga belum paham kegunaan direktori “.” dan “..” yang selalu ada disetiap folder. Dan saya memang selalu mengabaikan direktori tersebut. Sampai saat saya baca email ini, dan akhirnya saya mengerti fungsinya sekarang. Thanks for the silly question. 🙂

Dan seperti biasa, selalu ada orang yang dengan sabar menjawab pertanyaan tersebut.

from***
reply-to CentOS mailing list
to CentOS mailing list
date Tue, Dec 29, 2009 at 7:26 AM
subject Re: [CentOS] mkdir this "." directory
mailing list centos.centos.org
mailed-by centos.org

*** wrote:

I have this . folder under tmp

It's called a directory, not a "folder" and there's one in every directory.
It's a hard link to the current directory, just like ".." is a hard link to
the directory above.

1/ How they can make it this folder?

Create any directory, and it will appear, as I've explained.

2/ How can I remove it?

If you remove it, you'll be removing the /tmp directory itself, which is
not a bright idea. Imagine someone sitting on a branch, sawing away between
themselves and the trunk of the tree. . .

Best,

Hohoo.. Ternyata begitu toh. Sekarang saya ngerti kenapa untuk naik satu direktori keatas kita menggunakan perintah $ cd ... Itu karena didalam direktori tersebut terdapat direktori “..” yang notabene adalah merupakan hard link direktori diatasnya. Dan juga bila saya lakukan perintah misalnya $ cp /media/cdroom/somefile .". Maka somefile tersebut terkopi kedirektori saya sekarang berada “current directory”. Karena ternyata “.” dalam akhir perintah tadi adalah juga hard link yang menuju ke direktori dimana saya berada.

Ya, terkadang satu pertanyaan bodoh bisa jadi merupakan pintu terkuaknya suatu ilmu pengetahuan. Atau memang saya yg bodoh karena belum paham suatu hal sederhana seperti ini. 😀

Dan ada juga balasan email lain yang bikin saya tertawa geli.

*** wrote:
Hi

I have this . folder under tmp

1/ How they can make it this folder?

2/ How can I remove it?

Thanks, I just about spit my coffee out my nose when I read this, but it
made my day. :)

Hahaa.. Yeah, it made my day too.. 🙂

Selamat Tahun Baru 2010.

Exit Status

December 28, 2009

Just another note’s.

Pada command line linux, kita bisa mengecek sukses tidaknya suatu perintah dengan melihat nilai dari exit statusnya. Setiap perintah yang kita masukkan pada command line mempunyai “exit status” berupa nilai atau angka mulai dari 0 sampai 255. Setiap nilai mempunyai arti masing2.

Namun sayangnya saya belum menemukan referensi penjelasan yang lengkap dari semua nilai exit status tersebut. Tapi yang patut diperhatikan adalah nilai 0, yang artinya perintah sukses dieksekusi. Jadi nilai selain dari angka 0, berarti perintah itu gagal dieksekusi. Untuk mengetahui definisi dari exit status dapat merujuk ke halaman wikipedia ini.

Untuk melihat nilai keluaran exit status caranya adalah dengan perintah “echo $?“. Exit status sangat berguna sekali bagi sysadmin untuk memastikan suatu command berjalan dengan sempurna dalam script automatisasi yang dibuat. Sehingga dalam script tersebut bisa dibuat validasi apakah suatu perintah dalam script tersebut sudah berjalan dengan baik atau belum.

Sedikit contoh:

$ pwd
/home/user
$ mkdir coba
$ echo $?
0
$ ls
coba

atau bila gagal,

$ pwd
/home/user
$ mkdir /root/coba
mkdir: cannot create directory `/root/coba': Permission denied
$ echo $?
1

contoh penggunaannya pada script,

#!/bin/bash
#
# exit status validation example

mkdir coba
if [ $? -eq 0 ] ; then
echo "Directory created"
#next command
else
echo "Unable created directory"
#fix error first
fi
exit

That’s all.

Membuat Rsync Server

December 15, 2009

Just another note’s

Rsync server ini saya gunakan hanya dalam jaringan internal. Dimana tidak mementingkan aspek security. Jadi fungsinya adalah hanya untuk mendistribusikan data ke server2 lain.
Master server adalah master direktori yg datanya akan didistribusikan atau dimirroring keserver2 lain.

Pada master server saya lakukan:

Install xinetd dan rsync
# yum install xinetd rsync

Edit file konfigurasi xinetd untuk rsync
# vim /etc/xinetd.d/rsync
# default: off
# description: The rsync server is a good addition to an ftp server, as it \
# allows crc checksumming etc.
service rsync
{
disable = no
socket_type = stream
wait = no
user = root
server = /usr/bin/rsync
server_args = --daemon
log_on_failure += USERID
}

Buat file rsyncd.conf
# vim /etc/rsyncd.conf
read only = yes
list = yes
uid = nobody
gid = nobody

[rsyncdir]
comment = rsyncdir
path = /var/www/html/rsyncdir/

Restart service xinetd
# service xinetd restart

Pastikan service xinetd start pada saat booting
# chkconfig xinetd on

Pada server client:

Rsync folder setiap jam 1 pagi
#crontab -e

0 1 * * * /usr/bin/rsync -avz rsync@192.168.150.11::rsyncdir /var/www/rsyncdir/ > /dev/null 2>&1

That’s all

nb: Kelemahan rsync ini adalah folder yang akan dirsync terbuka untuk public. Jadi semuanya bisa mengambil data tersebut. Bila datanya lebih bersifat private bisa dibuat authentikasi pada rsync atau bisa menjalankan rsync melalui ssh.

ref: googling with “rsync server howto”

Kirim pesan kepada user lain melalui console

December 9, 2009

Just another note’s

Saya login kedalam remote mesin linux dan mendapati ada user lain yang sedang login juga.
Ketika saya ingin merestart suatu service dimesin tersebut, sebelumnya saya ingin memberitahu kepada user tersebut apa yang ingin saya lakukan.
Berikut adalah cara gampang yang saya lakukan untuk memberi pesan kepada user tersebut.

# who
ted pts/0 2009-12-09 09:21 (192.168.0.13)
root pts/2 2009-12-09 09:34 (192.168.0.29)

# echo "Hello ted, I wanna restart httpd service in 5 minute." > /dev/pts/0

Maka pada terminal ted akan muncul pesan tersebut.

Atau bisa juga dengan cara berikut:

# write ted pts/0
Helloo ted...

*Tekan Ctrl + c untuk berhenti.

Bila ingin membrodcast pesan kepada seluruh user:

# echo "Helloo all.." | wall

That’s all.

Menghilangkan grep pada output ps

December 8, 2009

Just another note’s,

Sering kali pada saat melakukan grepping pada perintah ps yang keluar adalah proses grep itu sendiri.
Tidak jadi masalah bila kita mau menghentikan suatu proses secara manual.
Tapi akan jadi masalah bila kita mau menghentikan proses secara otomatis menggunakan script.
Solusinya simple, cukup gunakan seperti berikut:

$ ps aux | grep perl | grep -v grep

atau,

$ ps aux | grep '[p]erl'

That’s all.

Midnight on Semanggi XXI

May 7, 2008

Weekend kemarin, saya dan teman2 iseng nonton midnight disemanggi. Film yang kami tonton adalah Iron Man. Klo bukan film ini, ga mau deh gw bela2in nonton tengah malem.

Film adaptasi komik dari marvel ini keren banget. Dengan visual effects yang sangat bagus. Mungkin karena teknologi film sudah sedemikian canggih sehingga memungkinkan untuk membuat film dari komik yang tadinya “tidak mungkin” menjadi keliatan mungkin.

Read the rest of this entry »