Lazzy Sysadmin!!

March 10, 2013

Sering dengar pepatah “Lazzy Sysadmin”?
Maksudnya begini, dalam memaintain suatu system kadang sysadmin harus melakukan rutinitas task yang sama terus menerus.
Contoh, misalnya ada log file yang harus dibersihkan setiap hari karena akan memenuhi space filesystem.
Seorang Lazzy Sysadmin, akan dengan sangat pintar membuat sebuah script yang otomatis akan membersihkan log file tersebut.

Sysadmin tersebut dikatakan Lazzy atau pemalas karena berkurang 1 pekerjaannya membersihkan file tersebut diatas.
Otomatis akan lebih banyak waktu yang bisa dipakai untuk browsing – browsing 🙂

Seorang Lazzy Sysadmin, sebenarnya adalah sysadmin yang sangat berpengalaman dan pintar dalam hal memaintain systemnya.
Karena semua task, alerting, dan banyak rutinitas lainnya akan dijalankan otomatis oleh script – script yang dibuatnya.
Semakin stabil system, biasanya akan semakin sedikit pekerjaan yang dilakukan sysadmin.
Dan orang akan melihat dia selalu dalam keadaan menganggur. Mungkin itu sebabnya muncul istilah “Lazzy Sysadmin”

So, lazzy sysadmin actually is a good sysadmin.

Jadi mulai sekarang, belajarlah menjadi sysadmin yang pemalas.. 🙂

Advertisements

2012 in review

December 31, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 4,900 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 8 years to get that many views.

Click here to see the complete report.


Sertifikasi Keahlian IT: Perlukah?

October 13, 2012

Tergelitik dengan tweet seorang kawan saya yang bilang “banyak yg tidak certified dilinux tapi banyak yg sudah ahli linux tanpa certified”

Sebenarnya tidak ada yg salah dari statement tersebut, hanya saja menarik untuk kita kaji lebih dalam mengenai seberapa perlukah sertifikasi IT itu sendiri?

Pertama, saya sendiri merasakan manfaat yang sangat banyak setelah berhasil mendapatkan sertifikasi pertama saya.
Sertifikasi yang saya punya mungkin hanya kecil dibanding teman – teman lain yang mempunya seabrek sertifikasi profesional lainnya. Tapi, walaupun cuma sedikit Alhamdulillah sertifikasi tersebut telah mampu membawa saya ke jenjang pekerjaan yang lebih baik.

Kembali kepertanyaan dasar, perlukah?

Dilihat dari dunia industri, sertifikasi diperlukan oleh perusahaan sebagai dasar dan standar pertimbangan dalam memilih bakal calon karyawan. Perusahaan perlu bukti bahwa calon karyawan tersebut adalah benar – benar menguasai apa yang disyaratkan dalam perusahaannya.

Berdasarkan pengalaman saya, saya beberapa kali diterima bekerja tanpa melalui teknikal tes sedangkan yang lain yang belum punya sertifikasi tetap harus menjalani teknikal tes.

Ok, sekarang dilihat dari sang pencari kerja. Ada banyak teman saya yang ahli Linux tetapi tidak punya sertifikasi.
Bahkan ada yang sudah sehidup semati di console linux setelah maju untuk mengambil ujian sertifikasi ternyata gagal.

Ujian sertifikasi didesain agar cocok dengan dunia industri yang ada sekarang. Jadi apa yang di ujiankan adalah pekerjaan yang akan ditemui sehari – hari pada dunia industri.
Ya setidaknya itu yang saya alami sendiri. Sebagai sysadmin linux yang bertanggung jawab memaintain puluhan server linux agar dalam kondisi yang stabil, materi sertifikasi yang saya ambil (RHCE) adalah sangat pas dengan pekerjaan saya.

Bagaimana dengan orang yang ahli linux tapi tidak punya sertifikasi? Linux sendiri adalah sangat luas cakupannya. Jadi bila kita belajar tanpa cakupan yang khusus bisa jadi kita belajar materi yang ternyata tidak dipakai oleh dunia industri.

Jadi disitulah pentingnya sertifikasi, untuk membimbing kita agar menguasai materi yang nantinya diperlukan oleh dunia industri. Sehingga kita tidak salah jalan dalam belajar. Kecuali yang anda pelajari adalah hobi anda dan anda tidak mengharapkan mendapatkan pencarian dari yang anda pelajari tersebut. Walaupun tidak ada ilmu yang percuma.

Sekarang kembali berpulang kediri masing – masing, apakah kita mau dicap sebagai profesional oleh dunia industri atau tidak. Maka hanya sertifikasi lah yang bisa menjadi bukti skill anda. Kecuali anda adalah seorang legenda yang sudah terbukti seperti Linus Torvald maka anda tidak memerlukan sertifikasi lagi. 🙂

Terakhir, untuk pekerjaan yang sama tetapi anda mempunyai sertifikasi penunjang dan dibandingkan dengan teman satu team anda yang tidak punya sertifikasi “biasanya” (dalam kutip) anda akan digaji lebih besar dari teman anda yang tidak punya sertifikasi. Ini adalah wujud penghargaan perusahaan atas kerja keras karyawannya yang mau bersusah payah mengambil sertifikasi.

Semoga bermanfaat.

Salam.


[Tips] Mem-bypass alias pada command line Linux

October 8, 2012

Teman bule saya memberitahukan saya tentang tips ini. Yaitu cara untuk membypass suatu command yang sudah disetting menggunakan alias. Berikut contohnya:

[root@test1 newfolder]# alias
alias cp='cp -i'
alias l.='ls -d .* --color=tty'
alias ll='ls -l --color=tty'
alias ls='ls --color=tty'
alias mv='mv -i'
alias rm='rm -i'
alias which='alias | /usr/bin/which --tty-only --read-alias --show-dot --show-tilde'

Seperti diatas, Redhat membuat default alias pada perintah rm menjadi rm -i. Sehingga apabila kita ingin menghapus suatu file menggunakan perintah rm, maka sebenarnya perintah yang dijalankan adalah rm -i, yang artinya interactive mode. Dengan options ini, setiap file yang akan kita pilih akan melakukan konfirmasi apakah kita benar ingin menghapus file ini atau tidak. Kita harus mengetikkan “y” bila ingin melanjutkan menghapus filenya.

[root@test1 newfolder]# rm newfile1
rm: remove regular empty file `newfile1'? y
[root@test1 newfolder]#

Default alias ini sebenarnya sangat berguna demi keamanan. Agar tidak terjadi menghapus file secara tidak sengaja.
Tapi bila kita sudah yakin dengan file yang akan kita hapus, dan kita tetap menginginkan perintah rm tersebut tetap dialias. Jadi yang kita inginkan saat itu adalah menjalankan perintah rm tersebut tanpa options interactive yang tentunya akan bertanya setiap file yang akan kita hapus.

[root@test1 newfolder]# ll
total 0
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:19 newfile2
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:19 newfile3
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:19 newfile4
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:19 newfile5
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:19 newfile6
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:19 newfile7
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:19 newfile8
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:19 newfile9
[root@test1 newfolder]# rm newfile*
rm: remove regular empty file `newfile2'? y
rm: remove regular empty file `newfile3'? y
rm: remove regular empty file `newfile4'? y
rm: remove regular empty file `newfile5'? y
rm: remove regular empty file `newfile6'? y
rm: remove regular empty file `newfile7'? y
rm: remove regular empty file `newfile8'? y
rm: remove regular empty file `newfile9'? y
[root@test1 newfolder]# ll
total 0
[root@test1 newfolder]#

Untuk itu yang kita perlukan adalah mem-bypass alias tersebut. Berikut cara mudahnya:

[root@test1 newfolder]# ll
total 0
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile1
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile2
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile3
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile4
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile5
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile6
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile7
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile8
-rw-r--r-- 1 root root 0 Oct 8 02:31 newfile9
[root@test1 newfolder]# \rm newfile*
[root@test1 newfolder]# ll
total 0
[root@test1 newfolder]#

Ya benar, cukup gunakan “\” backslash untuk membypass perintah rm tersebut agar tidak menggunakan alias rm -i.

Semoga bermanfaat. 🙂


Mengkonfigurasi iscsi disk dengan multipath

September 16, 2012

Multipath pada external storage berfungsi sebagai redudansi link. Jadi jika kabel atau salah satu jaringan terputus maka external storage masih tetap bisa diakses.

iscsi sebagai external storage murah meriah (baca: nas) 🙂 pun bisa dibuat multipath. Dengan begitu data anda akan tetap aman jika salah satu link putus.
Berikut adalah yang saya lakukan mengkonfigurasi iscsi via multipathing.

Environment yang saya pakai adalah Virtual Box dengan 2 guest OS RHEL 5.8. Satu sebagai iscsi target dan satu lagi sebagai iscsi initiator.

Hostname: server1(iscsi-target) dan node1(iscsi-initiator)

Pada server1 terdapat 3 nic (eth[0-2]) dengan fungsi eth0 sebagai management, eth1 sebagai network1 dan eth2 sebagai network2.

Pada node1 terdapat 3 nic (eth[0-2]) dengan fungsi eth0 sebagai management, eth1 sebagai network1 dan eth2 sebagai network2.

Berikut /etc/hosts pada keduanya:

[root@node1 data]# cat /etc/hosts
# Do not remove the following line, or various programs
# that require network functionality will fail.
127.0.0.1 localhost.localdomain localhost

### server1 ###
192.168.56.3    server1.example.com     server1
192.168.100.10  iscsi-eth1
192.168.200.10  iscsi-eth2

### node1 ###
192.168.56.4   node1.example.com       node1
192.168.100.11  node1-iscsi1
192.168.200.11  node1-iscsi2

Setelah jaringan sudah siap, lanjutkan dengan menginstall iscsi-target pada server1:

Server1:

(Catatan: Sebelumnya siapkan disk partisi yg akan digunakan sebagai disk yg akan diassign ke node1, pada tutorial ini saya menggunakan salah satu partisi lvm)

[root@server1 ~]# yum install scsi-target-utils -y

(Konfigurasikan /etc/tgt/targets.conf menjadi seperti dibawah)

[root@server1 ~]# cat /etc/tgt/targets.conf | grep -v "#"

default-driver iscsi

<target iqn.2012-09.com.example:server.target1>
backing-store /dev/vg_iscsi/lv_target1
</target>

initiator-address 192.168.100.11
initiator-address 192.168.200.11

[root@server1 ~]#
[root@server1 ~]# chkconfig tgtd on
[root@server1 ~]# service tgtd start
Starting SCSI target daemon: Starting target framework daemon
[root@server1 ~]#

Selesai pada server1, lanjut konfigurasi pada node1.

Node1:
(install paket iscsi initiator)

[root@node1 ~]# yum install iscsi-initiator-utils -y
[root@node1 ~]# service iscsi start
[root@node1 ~]# chkconfig iscsi on

(cek apakah bisa mengenali disk dari iscsi target melalui network1 iscsi-eth1)

[root@node1 ~]# iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p iscsi-eth1
192.168.100.10:3260,1 iqn.2012-09.com.example:server.target1

(cek apakah bisa mengenali disk dari iscsi target melalui network1 iscsi-eth2)

[root@node1 ~]# iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p iscsi-eth2
192.168.200.10:3260,1 iqn.2012-09.com.example:server.target1

(add disk via network1)

[root@node1 ~]# iscsiadm -m node -T iqn.2012-09.com.example:server.target1 -p iscsi-eth1 -l
Logging in to [iface: default, target: iqn.2012-09.com.example:server.target1, portal: 192.168.100.10,3260] (multiple)
Login to [iface: default, target: iqn.2012-09.com.example:server.target1, portal: 192.168.100.10,3260] successful.

(verify apakah disk sudah dikenali, disk dikenali sebagai /deb/sdb)

[root@node1 ~]# fdisk -l

Disk /dev/sda: 8589 MB, 8589934592 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 1044 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *           1          13      104391   83  Linux
/dev/sda2              14        1044     8281507+  8e  Linux LVM

Disk /dev/sdb: 1048 MB, 1048576000 bytes
33 heads, 61 sectors/track, 1017 cylinders
Units = cylinders of 2013 * 512 = 1030656 bytes

Disk /dev/sdb doesn't contain a valid partition table

(add disk via network2)

[root@node1 ~]# iscsiadm -m node -T iqn.2012-09.com.example:server.target1 -p iscsi-eth2 -l

(verify apakah disk sudah dikenali, disk dikenali sebagai /dev/sdb dan /dev/sdc)

[root@node1 ~]# fdisk -l

Disk /dev/sda: 8589 MB, 8589934592 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 1044 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *           1          13      104391   83  Linux
/dev/sda2              14        1044     8281507+  8e  Linux LVM

Disk /dev/sdb: 1048 MB, 1048576000 bytes
33 heads, 61 sectors/track, 1017 cylinders
Units = cylinders of 2013 * 512 = 1030656 bytes

Disk /dev/sdb doesn't contain a valid partition table

Disk /dev/sdc: 1048 MB, 1048576000 bytes
33 heads, 61 sectors/track, 1017 cylinders
Units = cylinders of 2013 * 512 = 1030656 bytes

Disk /dev/sdc doesn't contain a valid partition table

[root@node1 ~]#

Sampai langkah ini configure iscsi initiator sudah selesai, dua disk sudah dikenali melalui 2 jalur network yang berbeda.
Sebenarnya disk tersebut adalah disk yang sama dari iscsi-target disk: “iqn.2012-09.com.example:server.target1”

(scsi_id kedua disk sama, menunjukkan bahwa kedua disk tersebut adalah sama)

[root@node1 ~]# scsi_id -gus /block/sdb
1IET_00010001
[root@node1 ~]# scsi_id -gus /block/sdc
1IET_00010001

Langkah selanjutnya adalah menggabungkan kedua disk tadi menggunakan multipath.

(Config multipath.conf menjadi seperti dibawah)

[root@node1 ~]# cat /etc/multipath.conf | grep -v "#"
defaults {
user_friendly_names yes
}
[root@node1 ~]#

(jalankan service multipathd)

[root@node1 ~]# service multipathd start
Starting multipathd daemon:                                [  OK  ]
[root@node1 ~]# chkconfig multipathd on

(verify apakah multipath sudah aktif)

[root@node1 ~]# multipath -ll
mpath1 (1IET_00010001) dm-2 IET,VIRTUAL-DISK
[size=1000M][features=0][hwhandler=0][rw]
\_ round-robin 0 [prio=1][active]
\_ 1:0:0:1 sdb 8:16  [active][ready]
\_ round-robin 0 [prio=1][enabled]
\_ 2:0:0:1 sdc 8:32  [active][ready]

Sampai langkah ini kedua disk sudah dimultipath menjadi satu “mpath1”
Langkah selanjutnya adalah membuat FileSystem dan memountnya.
Saya membuatnya menggunakan LVM:

[root@node1 ~]# pvcreate /dev/mapper/mpath1
Writing physical volume data to disk "/dev/mapper/mpath1"
Physical volume "/dev/mapper/mpath1" successfully created
[root@node1 ~]# pvs
PV                VG         Fmt  Attr PSize    PFree
/dev/mpath/mpath1            lvm2 a--  1000.00M 1000.00M
/dev/sda2         VolGroup00 lvm2 a--     7.88G       0

[root@node1 ~]# vgcreate vg_iscsi /dev/mapper/mpath1
Volume group "vg_iscsi" successfully created
[root@node1 ~]# vgs
VG         #PV #LV #SN Attr   VSize   VFree
VolGroup00   1   2   0 wz--n-   7.88G      0
vg_iscsi     1   0   0 wz--n- 996.00M 996.00M

[root@node1 ~]# lvcreate -n lv_target1 -L 512M vg_iscsi
Logical volume "lv_target1" created
[root@node1 ~]# lvs
LV         VG         Attr   LSize   Origin Snap%  Move Log Copy%  Convert
LogVol00   VolGroup00 -wi-ao   6.88G
LogVol01   VolGroup00 -wi-ao   1.00G
lv_target1 vg_iscsi   -wi-ao 512.00M
[root@node1 ~]# mkfs.ext3 /dev/vg_iscsi/lv_target1
mke2fs 1.39 (29-May-2006)
Filesystem label=
OS type: Linux
Block size=1024 (log=0)
Fragment size=1024 (log=0)
131072 inodes, 524288 blocks
26214 blocks (5.00%) reserved for the super user
First data block=1
Maximum filesystem blocks=67633152
64 block groups
8192 blocks per group, 8192 fragments per group
2048 inodes per group
Superblock backups stored on blocks:
8193, 24577, 40961, 57345, 73729, 204801, 221185, 401409

Writing inode tables: done
Creating journal (16384 blocks): done
Writing superblocks and filesystem accounting information: done

This filesystem will be automatically checked every 37 mounts or
180 days, whichever comes first.  Use tune2fs -c or -i to override.
[root@node1 ~]#

Sampai sini FS sudah selesai dan tinggal lakukan mounting agar FS tersebut dapat digunakan untuk diisi data.

[root@node1 ~]# mkdir /data
[root@node1 ~]# mount /dev/mapper/vg_iscsi-lv_target1 /data/
[root@node1 ~]#
[root@node1 ~]# df -h
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/mapper/VolGroup00-LogVol00
6.7G  1.7G  4.7G  27% /
/dev/sda1              99M   12M   82M  13% /boot
tmpfs                 252M     0  252M   0% /dev/shm
/dev/mapper/vg_iscsi-lv_target1
496M   19M  452M   4% /data

Terakhir mari kita coba menulis file pada FS tersebut.

[root@node1 ~]# cd /data/
[root@node1 data]# ll
total 12
drwx------ 2 root root 12288 Sep 16 01:02 lost+found
[root@node1 data]# touch newfile
[root@node1 data]# ll
total 12
drwx------ 2 root root 12288 Sep 16 01:02 lost+found
-rw-r--r-- 1 root root     0 Sep 16 06:42 newfile
[root@node1 data]#

Selesai. Untuk melakukan testing, kita bisa coba untuk memutuskan salah satu network yg digunakan dalam multipath.
Pada virtual box bisa dilakukan melalui menu:
Klik pada guest os node1 > Settings > Network > Adapter 2 > Cable conected #uncheck untuk memutuskan koneksi

Lalu pada node1 periksa kembali multipathnya:

[root@node1 data]# multipath -ll
sdb: checker msg is "readsector0 checker reports path is down"
mpath1 (1IET_00010001) dm-2 IET,VIRTUAL-DISK
[size=1000M][features=0][hwhandler=0][rw]
\_ round-robin 0 [prio=0][active]
\_ 1:0:0:1 sdb 8:16  [failed][faulty]
\_ round-robin 0 [prio=1][enabled]
\_ 2:0:0:1 sdc 8:32  [active][ready]

Terlihat status disk pada sdb adalah [failed] yg berarti koneksi pada network1 putus
Verify apakah external storage masih bisa diakses dan berfungsi dengan baik.

[root@node1 data]# df -h
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/mapper/VolGroup00-LogVol00
6.7G  1.7G  4.7G  27% /
/dev/sda1              99M   12M   82M  13% /boot
tmpfs                 252M     0  252M   0% /dev/shm
/dev/mapper/vg_iscsi-lv_target1
496M   19M  452M   4% /data
[root@node1 data]# touch newfile2
[root@node1 data]# ll
total 12
drwx------ 2 root root 12288 Sep 16 01:02 lost+found
-rw-r--r-- 1 root root     0 Sep 16 06:42 newfile
-rw-r--r-- 1 root root     0 Sep 16 06:48 newfile2
[root@node1 data]#

Selesai, sekarang iscsi disk sudah dimultipath.

Salam.


2011 in review

January 1, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 3,100 times in 2011. If it were a cable car, it would take about 52 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.


Virtualbox Headless

December 31, 2011

Kadang – kadang saya tidak butuh window untuk mengakses beberapa guest os yang saya install pada virtual box. Ternyata virtual box juga punya fitur untuk langsung menjalankan guest os dibackground tanpa menampilkan window-nya. Kalau ternyata perlu, kita juga bisa mengaktifkan fitur remote display untuk mengakses gui guest os yang telah kita install didalam virtual box.

Berikut caranya:

Catatan:
Sebelumnya kita sudah terlebih dahulu menginstall guest os-nya menggunakan virtual box window.
Jalankan perintah berikut menggunakan user sewaktu anda menginstall guest os-nya.

~ Untuk melihat list vms pada virtual box:

[onay@dudulz-box ~]$ vboxmanage list vms
"WindowsXP" {f6a3488f-f8bb-4e21-bad2-8efb0377ab4c}
"Solaris10" {f113b0b4-3801-4131-9d5b-63be67ea7648}

~ Untuk menjalankan vms tanpa menggunakan window:

[onay@dudulz-box ~]$ vboxheadless -s Solaris10 &
[1] 8433

Oracle VM VirtualBox Headless Interface 4.1.8
(C) 2008-2011 Oracle Corporation
All rights reserved.

VRDE server is listening on port 3389.

~Selanjutnya saya tinggal ssh kedalam guest os tersebut.

[onay@dudulz-box ~]$ ssh root@192.168.56.10
Password:
Last login: Sat Dec 31 23:19:18 2011 from fedorabox
Sun Microsystems Inc. SunOS 5.10 Generic January 2005
-bash-3.00#

~ Bila ingin mengakses guinya bisa menggunakan rdesktop, port default adalah 3389. Kita juga bisa mengganti portnya menggunakan virtual box window pada menu Setting > Display > Remote Display.

[onay@dudulz-box ~]$ rdesktop -a 16 -N 192.168.56.1:3389

Ip 192.168.56.1 adalah ip laptop saya tempat virtual box diinstall (host os).

rdesktop ke vbox headless

rdesktop ke vbox headless

Sekian.

*last post on 2011*


Script menghitung persentase penggunaan memory

December 24, 2011

Ngantuk nunggu jam shift selesai, iseng – iseng bikin script sederhana buat ngitung persentase penggunaan memory.

Seperti yg kita ketahui, perintah top di linux/unix hanya mengeluarkan Total memory dan Free memory.
Nah dari pada bolak balik buka calculator, atau copas di excel, biar lebih geeky, berikut saya buat script yang dijalankan pada command line.

[onay@dudulz-box Script]$ cat persen.sh
#!/bin/bash
# memory usage percentage script
# author onay

HELP="USAGE: ./persen.sh MEMTOTAL MEMFREE"

if [[ -n "$1" && -n "$2" ]] ; then

let MEMUSAGE=$1-$2
PERCENTAGE=`awk 'BEGIN{ printf ( '$MEMUSAGE' / '$1' * 100 ) }'`

echo 'Memory Total =' $1'G'
echo 'Memory Free =' $2'G'
echo 'Memory Usage =' $MEMUSAGE'G'
echo 'Memory Usage Percentage =' $PERCENTAGE'%'

else

echo $HELP

fi

Untuk menjalankan scriptnya, terlebih dulu jalankan perintah top dan lihat total memory dan free memory-nya.

# top
last pid: 2444; load avg: 12.1, 9.80, 8.83; up 865+18:37:44 22:03:37
653 processes: 628 sleeping, 8 zombie, 5 stopped, 12 on cpu
CPU states: 66.0% idle, 15.5% user, 18.6% kernel, 0.0% iowait, 0.0% swap
Memory: 80G phys mem, 13G free mem, 67G total swap, 66G free swap

Setelah itu jalankan scriptnya dengan menambahkan total mem dan free mem-nya.

[onay@dudulz-box Script]$ ./persen.sh 80 13
Memory Total = 80G
Memory Free = 13G
Memory Usage = 67G
Memory Usage Percentage = 83.75%

Memory usage dalam persentasenya adalah 83.75%.
Nah lumayan menghilangkan kebosanan..

Regards,
Onay.


Stop penggunaan kata Unlimited pada produk Internet Limited Operator Selular

November 8, 2011

Saya adalah salah satu dari sekian banyak pengguna Internet Berlangganan pada mobile handset saya. Seringkali kita mendengar, membaca atau melihat kata – kata UNLIMITED pada promosi produk – produk Langganan Internet oleh Operator Selular. Bahkan kalau mau dilihat hampir semua Operator menggunakan kata UNLIMITED pada promosi produk Langganan Internet-nya.

Sebenarnya apakah yang salah dari penggunaan kata UNLIMITED ini?

Tidak ada yang salah apabila produknya memang benar – benar tidak ada batasan “UNLIMITED”, tapi pada kenyataannya adalah produk yang ditawarkan terdapat batasan “LIMITED” penggunaan. Kecepatan internet pelanggan akan diturunkan apabila pelanggan tersebut telah memenuhi quota download tertentu. Dan hal ini bisa dibilang adalah batasan “LIMITED” dari produk tersebut yang mana bertentangan dengan jargon promosi yang dilakukan oleh Operator – operator penyedia layanan Internet berlangganan tersebut.

Unlimited sendiri bisa diartikan Tidak Terbatas, kebalikan dari kata Terbatas. Kata Terbatas sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai berikut:

terbatas: ter.ba.tas
[a] (1) telah dibatasi (ditentukan batas-batasnya); tertentu (tidak boleh lebih): kekuasaannya -; (2) sedikit; tidak luas; tidak leluasa: pd zaman revolusi kita berperang dng peralatan perang yg serba -; biaya yg — seringkali mengganggu kelancaran kegiatan

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/terbatas

Jadi kata Tidak Terbatas adalah kebalikan dari definisi diatas yang intinya adalah Tidak Ada Batasan.

Saya yakin para pengguna Internet berlangganan sudah sadar akan hal ini, hanya saja masih sekadar bahan kasak – kusuk atau lelucon di-mailing list. Semoga dengan tulisan ini dapat memberi informasi kepada yang lain bahwa selama ini kita telah DIBODOHI.

Dan walaupun tidak berharap banyak, semoga tulisan ini dapat dibaca para pemberi kebijakan untuk menghentikan pembodohan tersebut.

Salam,

Pengguna setia Internet LIMITED.


Solaris admin start up

November 2, 2011

After a few days play with solaris box, berikut yang saya lakukan pertama kali setelah fresh install solaris dengan minimal installation package.

1. Install bash
Pertama kali login, saya disuguhi dengan shell sh. Tidak bisa autocomplete, tidak ada history. It’s take a lot of pain to use it.
Jadi yang pertama saya lakukan adalah menginstall bash shell.

Mounting DVD installer Solaris:
# mount -F hsfs -o ro /dev/dsk/c1t0d0s0 /mnt

Masuk ke direktori paket2 solaris:
# cd /mnt/Solaris_10/Product

Lihat isi direktori tersebut dan filter paket bashnya saja:
# ls | grep bash
SUNWbash
SUNWbashS

Terdapat dua paket bash, SUNWbash adalah binary bash dan SUNWbashS adalah sourcenya.
Informasi paket bisa dilihat pada file pkginfo didalam direktori paket tersebut.

Install paket bash:
# pkgadd -d . SUNWbash

Untuk menggunakan shell bash tersebut ketikkan command bash:
# bash
bash-3.00#

Untuk mendapatkan shell bash setiap login dapat diedit file /etc/passwd dan ganti shellnya ke /bin/bash:
# vi /etc/passwd
root:x:0:0:Super-User:/:/bin/bash

2. Install ssh
SSH is a must 😀

Cek service ssh apakah sudah terinstall:
# svcs | grep ssh
#

Bila tidak ada output apa2 berarti ssh belum terinstall

Masuk kedirektori tempat paket2 solaris dan search paket related dengan ssh:
# cd /mnt/Solaris_10/Product
# ls | grep ssh
SUNWsshcu
SUNWsshdr
SUNWsshdu
SUNWsshr
SUNWsshu

Install kelima paket diatas:
# pkgadd -d . SUNWsshcu SUNWsshdr SUNWsshdu SUNWsshr SUNWsshu

Generate certificate:
# /lib/svc/method/sshd -c

Start dan enable service ssh:
# svcadm restart ssh
# svcadm enable ssh

Sekarang periksa kembali apakah service ssh sudah online:
# svcs -a | grep ssh
online 21:46:14 svc:/network/ssh:default

Default konfigurasi sshd adalah tidak membolehkan user root untuk login, berikut adalah untuk membolehkannya:
# vi /etc/ssh/sshd_config
PermitRootLogin yes

3. Install manual
Karena masih newbie disolaris, saya masih sangat tergantung dengan manual 😀

Masuk ke direktori paket2 solaris:
# cd /mnt/Solaris_10/Product

Install paket SUNWman dan SUNWdoc:
# pkgadd -d . SUNWman SUNWdoc

Ok, selesai sampai disini. Sebenarnya saya masih butuh satu hal lagi agar bisa nyaman dalam mengkonfigurasi solaris box ini. Yaitu menginstall vim.
Tapi karena langkahnya lumayan panjang, maka akan saya buat sebagai catatan tersendiri.

Well, have fun with your solaris box..